Minggu, 08 Januari 2012

NITI SASTRA


Hal. 40-47
Di samping itu seorang pemimpin harus juga memiliki sifat sifat sebagai berikut(Hasibuan . 9):
a.       Memiliki jasmani yang sehat,giat dan tangkas.
b.      Mempunyai mental yang kuat,sanggup memahami dan belajar dan mampu menyesuaaikan diri.
c.       Mempunyai moral yang tegas,bertanggung jawab,bijaksana,dan berkepribadian.
d.      Berpendidikan luas,baik pengetahuan umum maupun khusus.
e.      Mempunyai pengalaman menyangkut berbagai bidang kegiatan.
                                                     
Selanjutnya menurut Prof.Arifin Abdur Rachman dalam bukunya berjudul “kerangka pokok pokok menegement umum”(Sudirga,2004 : 38)menjelaskan bahwa sifat sifat pemimpin itu dapat dibedakan dalam tiga golongan,yakni:
a.       Sifat sifat pokok yaitu sifat sifat dasar yang dimiliki  oleh setiap pemimpin antara lain adil,suka melindungi,penuh inisiatif,dan penuh kepercayaan kepada diri sendiri.
b.      Sifat sifat khusus karena pengaruh tempat yaitu sifat sifat yang pada pokoknya sesuai dengan kepribadian bangsa seperti bangsa indonesia dengan pancasila sebagai kepribadiannya.
c.       Sifat sifat khusus karena pengaruh dari berbagai golongan pemimpin,seperti pemimpin partai politik,pemimpin keagamaan,pemimpin serikat buruh,dan lains ebagainya.
Sifat sifat Pemimpin Bernuansa Hindu :
Berdasarkan teori Hindu Kuno yang dijelaskan oleh Chandra Prakash Bhambari dalam bukunya “Substance of Hindu Polity”(Sudirga,2004 : 29 dan Purwadi, 2007 : 205)suksesnya seorang pemimpin menurut pandangan hindu adalah apabila ia memiliki sifat sifat sebagai berikut:
a.       Abhicanika (Abikanika) artinya simpatik dan mampu menarik perhatian positif bawahannya serta mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan sendiri.
b.      Prajna artinya mempunyai sifat bijaksana dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
c.       Utsaha (Usaha) artinya berdaya kreatif yang benar dan kreatif yang benar dan proaktif serta inovatif.
d.      Atma sampad artinya bermoral luhur dan obyektif serta mempunyai integritas yang tinggi.
e.      Sakya samanta artinya suka mengontrol bawahannya sekaligus memperbaiki hal hal yang kurang baik dan berani bertindak secara adil bagi yang bersalah.
f.        Aksudra Parisakta (Aksudra Pari Sakta) artinya mampu memimpin rapat dan dapat menarik kesimpulan yang bijaksana,sehingga dapat diterima oleh pihak pihak yang mempunyai pandangan yang berbeda dan pandai berdiplomasi.
Enam sifat termasuk diatas diuraikan juga dalam Bab VII butir 6 tetang Sad Warnaning Rajaniti.
Sementara itu menurut buku “tata negara Majapahit”karya Prof.H.M Yamin(Sudirga, 2004 : 29-30) dan buku “Sejarah Raja Raja Jawa”(Purwadi ,2007 : 206) seorang pemimpin harus mempunyai sifat sifat yang dinamakan Catur Dharmaning Nerpati atau enam sifat utama berikuyt ini :
a.       Jnana Wisesa Suda artinya menguasai segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi serta memahami dan menghayati ajaran agama dan spiritual yang luhur dan suci.
b.      Kaprahitaning Praja artinya seorang pemimpin harus menunjukan sifat belas kasih kepada bawahannya,harus betul betul suka menolong orang yang mensderita dengan perbuata yang luhur,baik berupa materi ,moral maupun ideal.
c.       Kawiryan artinya seorang pemimpin hendaknya berwatak pemberani untuk menegakan kebenaran dan keadilan dengan prinsip berani karena benar dan takut karena salah.
d.      Kawibawan aritinya seorang pemimpin harus berwibawa terhadap bawahannya.Ia akan berwibawa jika melaksanakan pengetahuan suci untuk membela orang yang menderita.
Kemudian seorang pemimpin juga dituntut untuk memiliki sifat sifat baik seperti berikut (Sudirga, 2004 : 37-38) :
a.       Mempunyai intelegensia yang tinggi dalam arti memiliki kemampuan untuk mengobservasi pengetahuan dan menghadapi situasi baru.
b.      Memiliki karakter yang baik ,dalam hal ini diperlukan adanya kesungguhan,kejujuran dan kepercayaan.
c.       Mempunyai rasa kewaspadaan yang tinggi dan selalu awas terhadap semua kemunggkinan yang terjadi.
d.      Memiliki sifat yang jujur atau satya. Kejujuran dan kesatyaan ini sangat penting untuk dapat menjaga kelangsungan hidup organisasi. Satya atau kesetiaan itu dalam agama Hindu dinyatakan ada lima dan disebut dengan Panca Satya dan ini terdiri atas :
-          Satya Hrdaya artinya jujur terhadap diri sendiri.
-          Satya Wacana artinya jujur terhadap ucapan atau perkataan sendiri.
-          Satya semaya artinya setia terhadap janji atau selalu berusaha menepati janji.
-          Satya Mitra artinya setia terhadap sahabat,bagaimanapun keadaannya.
-          Satya Laksana artinya jujur dalam perbuatan atau tindakan dan tidak berbuat curang kepada siapapun juga.
Tipe Tipe Pemimpin :
                Tipe kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu pola prilaku management yang dirancang untuk memadukan minat dan usaha pribadi untuk mencapai tujuan.Pola ini harus mencerminkan kepentingan organisani .Pelaksanaannya akan dipengaruhi baik oleh kepribadian atasan maupun karakteristik bawahan dan situasi tertentu dimana atasan dan bawahan saling berhubungan.
Ada tiga tipe kepemimpinan yang dapat disampaikan disini (Swatha, 1985 : 168-169) yaitu :
a.       Kepemimpinan Authoritarian. Kepemimpinan ini mengutamakan kekuatan dari posisinya yang formal.pemimpin dengan gaya ini biasanya kurang memperhatikan kebutuhan bawahan dan lebih mementingkan penyelesaian tugas.
b.      Kepemimpinan Partisipatif.Kepemimpinan seperti ini melibatkan bawahan dalam perencanaan maupun pengambilan keputusan.Pemimpin sangan memperhatikan kebutuhan bawahan dalam usahanya  mencapai tujuan,Kepemimpinan ini dinamakan juga Kepemimpinan Demokratis.Bawahan diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan,saran saran ,pendapat atau pandangannya.Setelah diadakan konsultasi,kemudian pemimpin organisasi mengambil keputusan.
c.       Kepemimpinan Laissez-faire. Ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan Authoritarian.Disini atasan memberikan bawahan untuk mengatur dirinya sendiri. Pemimpin hanya menentukan kebijakan dan tujuan umum,sedangkan bawahan dapat mengambil keputusan yang relevant dan mencapai tujuan yang mereka anggap cocok.Gaya kepemimpinan seperti ini dapat menimbulkan masalah besar dan karena itu pengawasan yang efektif perlu dilasanakan.
Selanjutnya G.R Terry menjelaskan tipe tipe kepemimpinan lain yang jumblahnya ada 6 macam (Panglaykim,1960 : 57-58) yaitu :
a.       Tipe kepemimpinan pribadi.Dalam hai ini terjadi kontak pribadi secara langsung dari seorang pemimpin dengan bawahannya .Kepemimpinan seperti ini dipandang sangan efektif.
b.      Tipe kepemimpinan non pribadi.Disini adanya kepemimpinan tidak dirasakan secara langsung, melainkan melalui anak buahnya atau melalui cara cara yang non personal.
c.       Tipe kepemimpinan otoriter.Pemimpin seperti ini dipandang kepemimpinan ini sebagai haknya dan berpendapat bahwa ia dapat menentukan apa dan bagaimana sesuatu harus dikerjakan.Pengawasan sangat ketat.
d.      Tipe kepemimpinan demokratis. Dalam hal ini bawahan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dengan cara turut memberikan masukan dan pendapat mengenai berbagai masalah.
e.      Tipe kepemimpinan peternalistik. Pemimpin seperti ini berlaku seperti bapak terhadap anak anaknya.Ia melindungi dan mengarahkan anak buahnya.
f.        Tipe kepemimpinan rombongan yang setujuan.Tipe seperti ini terdapat dalam organisasi dalam bentuk perkumpulan misalnya klub sepak bola yang sedang berlatih.
Kemudian Harbison Myers dalam bukunya berjudul “Management in the Industrial World” menyatakan bahwa tipe tipe management itu ada tiga macam (Hasibuan, 2005 : 30),yaitu :
a.       Patriomonial Management.Dalam hal ini organisasi dimiliki dan dipimpin oleh keluarga sendiri, sedang kedudukan penting lainnya juga dipegang oleh anggot keluarga sendiri.
b.      Political management.Disini organisasi dipimpin oleh orang orang yang mempunyai hubungan politik dan setia kepada partai politik atau golongan tertentu.
c.       Profesional Management.Organisasi ini dipimpin oleh orang orang ahli dalam bidangnya dan telah membuktikan kecakapannya.Disini kepemimpinan didasarkan kepada kemampuan dan prestasi.
Sementara itu Dr.Kartini Kartono (2008 : 80-81 ),menjelaskan adanya 8 tipe kepemimpinan seperti dibawah ini,yaitu :
a.       Tipr kharismatis. Tipe ini memiliki kekuatan energi,daya tarik dan perbawa yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain. Pemimpin tipe ini dipandang memiliki kekuatan gaib (Supoernatural Power) dan kemampuan yang super human yang diperolehnya sebagai karunia Tuhan. Dia mempunya banyak inspirasi,keberanian dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri.
b.      Tipe paternalistis dan Maternalistis. Tipe pernelistis sifat sifatnya adalah :
-          Menganggap bawahannya sebagai manusia yang belum dewasa.
-          Bersikap terlalu melindungi.
-          Jarang memneri kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan.
-          Tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif.
-          Bersikap maha tahu dan maha benar.
Tipe Maternalistis juga mirip dengan tipe peternalistis,hanya saja dengan perbedaan adanya sikap melindungi yang lebih menonjol,disertai rasa kasihsayang yang berlebihan.
c.       Tipe materialistis.Tipe ini meniru gaya militer atau sok kemiliteran. Walaupun hanya gaya saja.Tipe ini mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter.Sifat sifat pemimpin yang militeris ini adalah :

-          Lebih banyak menggunakan perintah atau komando,otoriter,keras dan kaku,sering kurang bijaksana.
-          Menginginkan kepatuhan mutlak dari bawahannya.
-          Senang dengan formalitas dan ritual (upacara) serta tanda tanda kebesaran yang berlebihan.
-          Menintut adanya disiplin yang keras.
-          Tidak menghendaki masukan seperti saran,usul apalagi kritik.
-          Komunikasi hanya berlangsung satu arah.
d.      Tipe Otokratis atau Otoritatif.Tipe ini didasarkan kepada kekuasaan atau wewenang yang dimiliki.pemimpin seperti ini bersikap one man show,selalu ingin menonjol sendiri.Kebijakannya tidak pernah dikonsultasikan dengan bawahan.sikap pemimpin seperti ini selalu menjauhkan diri dan eksklusif.
e.      Tipe Laissez_Faire. Pemimpin seperti ini praktis tidak memimpin,tetapi membiarkan anak buahnya bertindak sendiri.Semua pekerjaan dan tanggung jawab dikerjakan oleh anak buahnya.Disini pemimpin hanya merupakan simbol belaka dan tidak memiliki kecakapan teknis.Pemimpin seperti ini cenderung tidak berwibawa dan tidak  mampu mengontrol anak buahnya.
f.        Tipe Populistis.Pemimpin ini mampu membangun solidaritas orang banyak dan berpegang teguh kepada nilai nilai masyarakat yang masih tradisional.
g.       Tipe Administratif. Tipe ini mempunyai pemimpin yang mampu menyelenggarakan tugas tugas administrasi secara efektif.Pemimpin seperti ini berasal dari golongan teknokrat dan administratur yang mampu menggerakan dinamika modernisasi dan pembangunan.
h.      Tipe Demokratis. Tipe ini berorientasi kepada manusia dan memberikan bimbingan yang efidien kepada anak buahnya.Terjalin kordinasi yang baik pada semua bawahan masing masing mempunyai tanggung jawab internal dan selalu bekerja sama dengan baik.Kekuatan tipe ini terletak pada partisipasi aktif dari setiap anggota.Kepemimpinan ini biasanya berjalan sangat mantap.Ciri cirinya adalah :
-          Organisasi dan semua unit kerjanya berjalan lancar,walaupun pemimpinnya tidak ada di kantor.
-          Kekuasaan sepenuhnya didelegasikan kepada bawahan dan semuanya menyadari akan tugas kewajibannya,sehingga mereka merasa senang dan puas serta merasa aman melaksanakan tugas pekerjaannya.
-          Tujuan kesejahteraan dan kelancaran kerja sama dari setiap unit kerja diutamakan.
-          Pemimpin demokratis berfungsi sebagai katalisator untuk mempercepat kerjasama demi tercapainya tujuan.




Hal. 47


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar