Kamis, 22 Desember 2011

SAMKHYA
Kata Darshana berasal dari akar kata drs yang berarti “Melihat” dan mejadi kata darsanayang berarti “pengelihatan” atau “pandangan” Dalam ajaran Filsafat Hindhu dasana berarti “Pandangan tentang Kebenaran”
Sad darsana berarti enam pandangan tentang kebenaran yang mana merupakan dasar dari filsafat Hindu.Adapun pokok pokok ajaran Sad darsana antara lain:
1.SAMKHYA                                                     
2.YOGA.                                    
3.MIMASA,
4.NYAYA,
5.WAISISEKA,dan
6.WEDANTA.


SAMKHYA                                                                                                                                                   Kata samkhya berarti           “Pemantulan”,yaitu pemantulan filsafati.Ajaran Samkhya bersifat realistis,karna di dalamnya mengakui realistas dunia ini yang bebas dari roh.di sebut dualistis karna terdapat dua realitas yang saling bertentangan tetapi bisa berpadu yaitu PURUSA dan PRAKERTI.
            Samkhya juga di sebut sankhya adalah salah satu aliran dalam filsafat Hindu.Samkhya adalah ajaran filsafat tertua dalam filsafat Hindu.karya sastra mengenai Samkhya yang kini dapat di warisi adalah SAMKHYAKARIKA yag di tulis oleh Isvarakrsna sekitar 200SM.Ajaran Samkhya ini sudah sangat tua umurnya ,dibuktikan dengan termuatnya ajaran samkhya dalam sastra-sastra sruti,smerti,itihasa,dan purana.Saat ini ajaran samkhya yang murni sudah tidak eksis lagi,tapi ajaran ini banyak membawa pengaruh pada ajaran Yoga dan Wedanta.Adapun pokok pokok ajaran Samkhya antara lain:
PANCA BUDINDRIYA
            Panca budindriya
Arrtinya lima indriya untuk mengetahui antara lain:
1.Sratendriya yaitu indriya pada telinga yang berfungsi untuk mendengar.
2.Tuakindriya yaitu indriya pada kulit yang berfungsi untuk meraba,merasakan.
3.Caksuindriya yaitu indriya pada mata yang berfungsi untuk melihat,
4.Jihwendriya yaitu indriya pada lidah yang berfungsi untuk merasakan makanan,atau pengecapan.
5.Gramendriya yaitu indriya pada hidung yang berfungsi untuk mencium bau dan bernafas.

PANCA KARMENDRIYA
            Panca Karmendriya
Artinya lima indriya pelaku pada tubuh manusia antara lain:
1.Panindriya yaitu indriya pada tangan yang berfungsi untuk mengambil,memegang,dll.
2.Padendriya yaitu indriya pada kaki yang berfungsi untuk berjalan.
3.Garbendriya yaitu indriya pada perut.
4.Upasthendriya yaitu indriya pada kelamin laki-laki
   Bhagendriya yaitu indriya pada alat kelamin wanita.
4.Payuwindriya yaitu indriya pada anus.


PANCA TAN MATRA
            Panca tan Matra
Artinya lima unsur halus pembentuk bhuana agung dan bhuana alit antara lain:
1.sabda Tan Matra artinya benih suara.
2.Sparsa Tan matra artinya benih rasa sentuhan.
3.Rupa Tan Matra artinya benih pengelihatan.
4.Rasa Tan Matra artinya benih rasa.
5.Ghanda Tan Matra artinya benih bau.

PANCA MAHA BHUTA
            Panca Maha Bhuta
Artinya unsure-unsur materi yang bersifat nyata antara lain:
1.Akasa (Ather)
2.Bayu(Angin)
3.Teja(Sinar)
4.Apah(Zat Cair)
5.Pretiwi(Zat Padat).

Konsep manusia sesuai tattwa dalam ajaran Hindu terdiri dari dua badan ,yaitu badan halus(suksma sarira)dan badan kasar (stula sarira),yang di jiwai kekuatan suci berasal dari percikan sinar suci tuhan yang di sebut atma atau atman.Tuhan Ida Sang hyang Widi Wasa sebagai jiwa alam semesta /makro cosmos/Bhuana agung di sebut Brahman dan percikan sinar yang minghidupi /menjiwai tubuh makhluk hidup di sebut atman.Oleh karena itu sejatinya tujuan akhir dari hidup manusia ini adalah bersatunya kembali atman dengan Brahman.
Badan halus atau suksma sarira intinya atman,atman bersama Bhudi(kehendak),Manah(pikiran),Ahamkara,(sifat keakuan) Membentuk badan halus yang bersifat menghidupkan atau menjiwai badan kasar.Jiwa adalah keberadaan yang nyata yang keseluruhannya abadi,keinginan,keengganan,kemauan,kesenangan,derita,kecerdasan,merupakan sifat sifat dari jiwa.Selama manusia berjiwa maka ia di sebut hidup,atau dengan kata lain jika jiwa pergi meninggalkan badan kasar tanpa kembali maka badan kasar tersebut di sebut mati.Jadi jiwa yang berintikan atman itulah yang menghidupkan manusia.Jika atman meninggalkan badan kasar,dia akan dilekati oleh sari sari karma(karma wesana),selama menjadi jiwa dalam tubuh itu.Keberadaan atman yang keluar dari tubuh makhluk yang di lekati sari karma di sebut roh<roh yang keluar dari tubuh manusia dengan cara paksa atau di sengaja atau belum pada waktunya karna bunuh diri,maka roh itu tidak akan di terima di alam niskala dalam waktu tertentu.
PURUSA
Dalam ajaran hindu purusa dan prakerti merupakan dua unsure pokok yang terkandung dalam setiap materi di alam semesta.Purusa dan Prakerti merupakan unsure yang bersifat kekal,halus,dan tidak dapat di pisahkan.Purusa adalah yang bersifat kejiwaan sedangkan prakerti bersifat kebendaan atau material.Pada penciptaan alam semesta,prakerti berevolusi menjadi Panca Tanmatra yaitu lima benih yang belum berukuran.Panca Tan Matra setelah melalui evolusi yang panjang akhirnya menjadi Panca Maha Bhuta,yakni lima unsure materi,lima unsure materi ini kemudian membentuk anggota alam semesta seperti matahari,bumi,bulan,bintang bintang,dan lain lain.
            Dalam kitab RegWeda terdapat nyanyian nyanyian yang mengisahkan asal mula alam semesta,nyanyian tersebut NASADIYASUKTA dan terdiri dari tujuh bait sebagai berikut:
Pada mulanyatidk ada sesuatu,yag ada namun tidak ada sesuatu yang tidak ada.Tidak ada suara,tidak ada langit pula.Apakah yang menutupi itu,dan mana itu? Air kah disana? Air yang tak terduga dalamnya?
Waktu itu tidak ada kematian,tidak pula ada kehidupan.Tidak ada yang menandakan siang dan malam.Yang Esa bernapas tanpa napas menurut kekuatannya sendiri,diluar dari pada dia tidak ada apapun.
Pada mulanya kegelapan di tutupi oleh kegelapan itu sendiri,semua yang ada ini adalah sesuatu yang tak terbatas dan tak dapat di bedakan,yang ada waktu itu adalah yang tampak buruk.Dengan tenaga yang panas luar biasa,lahirlah kesatuan yang kosong.
Setelah itu timbullah keinginan yang merupakan benih awal dan benih semangat.Para Rsi telah bermeditasi dalam hati menemukan dengan kearifannya,hubungan antara yang ada dan yang bukan ada.
Sinarnya terentang keluar.Apakah ia melintang? Apakah ia dibawah atau di atas? Beberapa menjadi pencurah benih,yag lain amat hebat.Makanan adalah benih rendah,pemakan adalah benih unggul.
Siapakah yang sungguh sungguh mengetahui? Siapakah di dunia ini yang dapat menerangkannya? Dari manakah kejadian itu,dan darimanakah timbulnya? Para Dewa ada setelah kejadian itu.Lalu siapa yang tahu? Dari mana ia muncul?
Dia yang merupakan awal pertama dari kejadian itu,dari-Nya kejadian itu muncul atau mungkin tidak.Dia yang mengawasi dunia dari surge tertinggi,sangat mengetahuinya atau mungkin tidak.
            Menurut filsafat Hindhu dalam RegWeda,elemen dasar dunia adalah asat atau kehidupan yang sama dengan Aditi yaitu ketidakterbatasan.Semua yang ada adalah Diti yaitu terikat.Ajaran dalam RegWeda juga mengutamakan bahwa alam semesta di ciptakan Brahman dari unsur yang sudah ada unsur.Hiranyagharba atau “janin emas” muncul dari lautan yang memenuhi angkasa,lalu dari dalamnya muncul brahma yang membangun dunia yang masih kacau tanpa bentuk aga rteratur rapi.

 adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Untuk memahaminya, diberikan contoh-contoh sistem berikut:
§  Dalam sistem keluarga, purusa adalah kepala keluarga atau orang yang memiliki pengetahuan spiritual paling tinggi, menjadikan keluarga dapat bertahan dengan damai, melangsungkan kehidupan keluarga dan hal lain yang berkaitan dengan hubungan sebagai keluarga.
§  Dalam sistem hubungan laki dan perempuan, maka laki adalah purusa. Hubungan laki dan perempuan berbeda dengan hubungan di dalam keluarga.
§  Dalam sistem manusia, purusa adalah jiwa yang diperoleh melalui proses belajar dan menjadikan seseorang mengetahui sesuatu. Purusa ini menjadikan seseorang bahagia.
§  Dalam sistem jagat raya, purusa adalah brahman. Brahman adalah cikal bakal jagat raya. Brahman berupa sebagaimana bintang yang bercahaya sendiri teramat terang.
§  Dalam sistem tata surya kita, purusa adalah matahari yang bersinar, yang menjadikan adanya planet dan benda angkasa lain.
§  Dalam sistem sosial manusia, purusa adalah brahmana. Brahmana di sini berbeda dengan keturunan brahmana. Brahmana memiliki sifat-sifat yang sama dengan matahari. Brahmana dapat menjelaskan ajaran spiritual dengan baik. Brahmana memiliki porsi keraguan yang teramat kecil, sifat pemarah yang sangat kecil.
Dalam sistem pengajaran, purusa adalah guru. Guru adalah orang yang terfokus untuk memberikan ilmu kepada sang murid. Guru memiliki kesenangan jiwa yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan jalan yang baik di luar hubungannya sebagai seorang guru dengan seorang murid. Guru memiliki kenetralan sifat sebagaimana matahari.

1 komentar:

  1. Terimakasih....sangat berguna utk ngajarin anak saya krn penjelasan di buku agama kurang....

    BalasHapus